Saturday, February 23, 2019

author photo

Dosen mata kuliah Bahasa Inggris di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Hayati Syafri Resmi dipecat


asianhighlands.org. Dr. Hayati Syafri tak lagi menyandang status PNS yang merupakan Dosen mata kuliah Bahasa Inggris di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, sudah sejak tahun lalu dinonaktifkan telah resmi dipecat dari Kementerian Agama (Kemenag).

Berita pemecatan Hayati dari status Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Agama beredar di Facebook. dan ia juga membenarkan informasi tersebut.

Demi Mempertahankan Cadar, Dosen IAIN Resmi Dipecat dari PNS
Dosen IAIN Bukittinggi Hayati Syafri mengikuti wisuda doktor di Universitas Negeri Padang (UNP)
Sumber gambar : republika.co.id

"Benar (sudah diberhentikan dari Kemenag), kalau tidak salah per tanggal 18 Februari," kata Hayati, Sabtu (23/2).

Sebelum surat pemecatan keluar, Hayati pernah didatangi oleh petugas Inspektorat Jenderal Kemenag. Ia merasa Kemenag lebih fokus menggali soal kedisiplinan dan tidak membahas persoalan memakai cadar.

Dalam surat pemecatan itu, Hayati disebut sering meninggalkan tanggung jawab mengajar. Hayati merasa alasan pemecatan ini tidak adil dan menilai Kemenag telah tebang pilih karena yang ia lihat ada banyak dosen yang mengajar juga sembari meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Hayati pun tidak sepenuhnya meninggalkan tanggung jawab sebagai pengajar saat menempuh S3 hingga meraih gelar doktor dengan predikat cum laude. Ia mengaku masih menjalankan tugas bimbingan terhadap mahasiswa-mahasiswinya.

baca juga:

Hayati dirumahkan terhitung sejak semester genap tahun akademik 2017-2018 lalu. Ia dianggap melanggar aturan oleh pihak kampus karena tidak mau melepas cadar saat mengajar bahasa Inggris yang dianggap perlu memperlihatkan mimik wajah saat pengucapan kata agar dapat dimengerti dengan jelas oleh mahasiswa.

Walau sudah lama tidak mengajar di kampus, Hayati mengaku tetap mengabdi kepada masyarakat dengan cara lain. Ia bersama rekan-rekannya aktif di jalan dakwah.

Cita-cita Hayati bersama teman-temannya adalah mewujudkan Kota Bukittinggi sebagai kota Alquran dan kota ramah keluarga. Salah satu yang sudah Hayati wujudkan bersama rekan-rekannya adalah mendirikan sanggar Quran di mana ia bertindak sebagai pembina.

"Harapannya ingin menjadikan Bukittinggi sebagai kota Alquran dan kota ramah keluarga," ujar Hayati.

Selain itu, Hayati juga menyibukkan diri dengan kegiatan bengkel akhlak. Di sana, ia sering memberikan penyuluhan seputar tema keluarga islami kepada kelompok-kelompok ibu dan remaja.

Klarifikasi dari Inspektorat jenderal (Itjen) Kementerian Agama.

Disisi Lain, Klarifikasi dari Inspektorat jenderal (Itjen) Kementerian Agama membenarkan bahwa Dr. Hayati Syafri diberhentikan sebagai Aparatur sipil Negara (ASN). sebelumnya, Hayati tercatat sebagai dosen Bahasa Inggris di IAIN Bukittinggi.

"Hayati Syafri diberhentikan sebagai ASN karena melanggar disiplin pegawai. Keputusan ini didasarkan pada rekam jejak kehadirannya secara elektronik melalui data finger printnya di kepegawaian IAIN Bukittinggi," terang Kasubbag Tata Usaha dan Humas Itjen kementerian Agama, Nurul Badruttamam, di Jakarta, sabtu (23/02).

Berdasarkan hasil audit Itjen, ditemukan bukti valid bahwa selama tahun 2017, Hayati Syafri terbukti secara elektronik tidak masuk kerja selama 67 hari kerja.

Penegasan ini sekaligus mengklarifikasi rumor bahwa Hayati diberhentikan karena Cadar.

Sumber:
Dikutip dari laman web : republika.co.id
Dengan Judul : Pertahankan Cadar, Dosen Hayati Resmi Dipecat
Tanggal : Sabtu 23 Feb 2019 11:31 WIB
Rep: Febrian Fachri/ Red: Reiny Dwinanda

This post have 0 comments

Terimakasih Sudah berkunjung di Website asianhighlands.org

Next article Next Post
Previous article Previous Post